Senin, 29 April 2019
STRATEGI DAKWAH DAN PERKEMBANGAN ISLAM DIINDONESIA
A. Islam masuk di indonesia
Negeri Arab merupakan tempat lahir dan pusat perkembangan agama Islam ke berbagai negara termasuk Indonesia, Islam masuk ke Indonesia melalui dua jalur :
Jalur utara, routenya : Arah (Makkah dan Madinah) Damaskus-Bagdad-Gujarat (Pantai barat India)-Sri Lanka-Indonesia.
Jalur Selatan, routenya : Arab (Mekah dan Madinah ) Yaman-Gujarat (Pantai Barat India)-Sri Lanka-Indonesia.
Islam mengajarkan perdamaian dan mendorong untuk menyebar luaskannya kepada orang lain. Dalam prakteknya orang arab dahulu senang berdagang ke berbagai negara dan ada yang bermukim di negara tujuan. Di negara yang baru mereka mampu bergaul dengan masyarakat setempat melalui hubungan perdagangan dan hal ini berlangsung pula di Indonesia pada abad 7 dan 8 masehi.

Disamping itu, terjadinya perkawinan antara orang arab dan penduduk pribumi semakin memperkokoh dan memperluas penyebaran agama Islam.
Sejarah mencatat pada awal masuknya Islam ke Indonesia praktek perbudakan saudagar Hindu dan Budha dijumpai oleh orang Arab (Islam), maka pedagang Arab membeli para budak dan kemu-dian dimerdekakannya, sehingga memberikan simpatik banyak orang yang kemudian mengikuti ajaran Islam secara alami.
Jadi Islam masuk dan berkembang di Indonesia karena tiga sebab, yaitu : perdagangan, pernikahan dan pembebasan budak.
Daerah-daerah yang pertama menerima agama Islam antara lain :
Dari daerah-daerah tersebut, terjadilah hubungan dagang dengan orang Indonesia lainnnya sehingga penyebaran agama Islam meluas di Nusantara.
B. Perkembangan islam di indonesia
1. Perkembangan Islam di Sumatera
Di Sumatera, agama Islam berkembang dari arah utara melalui kerajaan Samudera Pasai yang berdiri sekitar XIII-XV M. Samuedra Psai merupakan daerah pelabuhan sehingga banyak disinggahi kapal dagang dari berbagai negara (Arab, Gujarat, Sri Lanka dan Tiongkok serta dari Eropa (spanyol dan Portugis).
Samudera Pasai beberapa kali mengalami pergantian raja. Raja-rajanya adalah : Sultan Malikus Sholeh, Sultan Malikus Zohir I, Sultan Malikus Zohir II, Sultan Zainal Abidin dan Sultan Iskandar.
Pada tahun 1350 Kerajaan Samudra Pasai dikalahkan armada laut dari Majapahit. Setelah itu muncullah kerajaan baru yaitu kerajaan Aceh pada permulaan abad 16 Masehi.
Negeri Arab merupakan tempat lahir dan pusat perkembangan agama Islam ke berbagai negara termasuk Indonesia, Islam masuk ke Indonesia melalui dua jalur :
Jalur utara, routenya : Arah (Makkah dan Madinah) Damaskus-Bagdad-Gujarat (Pantai barat India)-Sri Lanka-Indonesia.
Jalur Selatan, routenya : Arab (Mekah dan Madinah ) Yaman-Gujarat (Pantai Barat India)-Sri Lanka-Indonesia.
Islam mengajarkan perdamaian dan mendorong untuk menyebar luaskannya kepada orang lain. Dalam prakteknya orang arab dahulu senang berdagang ke berbagai negara dan ada yang bermukim di negara tujuan. Di negara yang baru mereka mampu bergaul dengan masyarakat setempat melalui hubungan perdagangan dan hal ini berlangsung pula di Indonesia pada abad 7 dan 8 masehi.

Disamping itu, terjadinya perkawinan antara orang arab dan penduduk pribumi semakin memperkokoh dan memperluas penyebaran agama Islam.
Sejarah mencatat pada awal masuknya Islam ke Indonesia praktek perbudakan saudagar Hindu dan Budha dijumpai oleh orang Arab (Islam), maka pedagang Arab membeli para budak dan kemu-dian dimerdekakannya, sehingga memberikan simpatik banyak orang yang kemudian mengikuti ajaran Islam secara alami.
Jadi Islam masuk dan berkembang di Indonesia karena tiga sebab, yaitu : perdagangan, pernikahan dan pembebasan budak.
Daerah-daerah yang pertama menerima agama Islam antara lain :
- Daerah pelabuhan sekitar selat Malaka, seperti : Pasai dan aceh Utara;
- Daerah di Pantai barat Sumatera
- Jawa Timur, terutama pantai utara Jawa (Gresik)
- Jawa Barat, seperti Cirebon dan Banten
Dari daerah-daerah tersebut, terjadilah hubungan dagang dengan orang Indonesia lainnnya sehingga penyebaran agama Islam meluas di Nusantara.
B. Perkembangan islam di indonesia
1. Perkembangan Islam di Sumatera
Di Sumatera, agama Islam berkembang dari arah utara melalui kerajaan Samudera Pasai yang berdiri sekitar XIII-XV M. Samuedra Psai merupakan daerah pelabuhan sehingga banyak disinggahi kapal dagang dari berbagai negara (Arab, Gujarat, Sri Lanka dan Tiongkok serta dari Eropa (spanyol dan Portugis).
Samudera Pasai beberapa kali mengalami pergantian raja. Raja-rajanya adalah : Sultan Malikus Sholeh, Sultan Malikus Zohir I, Sultan Malikus Zohir II, Sultan Zainal Abidin dan Sultan Iskandar.
Pada tahun 1350 Kerajaan Samudra Pasai dikalahkan armada laut dari Majapahit. Setelah itu muncullah kerajaan baru yaitu kerajaan Aceh pada permulaan abad 16 Masehi.
Kerajaan ini berlangsung empat abad dengan pergantian raja-raja sebagai berikut: Sultan Ibrohim, Sultan Salahuddin, Sultan Alauddin Ri’ayat Syah, Sultan Husen, Sultan Zainal Abidin, Sultan Alauddin Mansyur’Syah, Sultan Ali Ri’ayat Syah I, Sultan Alauddin Riayat Syah II dan Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam.
Pada abad 19 Aceh ditundukkan Belanda, namun demikian Islam telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.
2. Perkembangan Islam di Jawa.
Masuknya Islam ke Jawa juga disebabkan antara lain karena hubungan perdagangan. Banyak orang Jawa yang berdagang ke Aceh dan banyak pula orang Aceh dan Pasai yang berdagang ke Jawa sambil berdakwah di daerah -daerah yang masih dikuasai oleh kerajaan Hindu.
Islam berkembang pesat di Jawa terutama karena dakwah yang dilakukan oleh Wali Sanga antara abad XIV - XVI M, mereka itu adalah :
Maulana Malik Ibrohim atau Sunan Gresik yang dikenal dengan nama Maulana Maghribi. Beliau berasal dari Persia yang datang di Gresik untuk tujuan ber dakwah menyebaarkan Agama Islam.
Sunan Ampel, nama aslinya Raden Rahmat yang lahir di Aceh tahun 1401 dan wafat tahun 1481 Masehi. Ibunya berasal dari Aceh sedangkan ayah nya dari Arab.
Pada abad 19 Aceh ditundukkan Belanda, namun demikian Islam telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.
2. Perkembangan Islam di Jawa.
Masuknya Islam ke Jawa juga disebabkan antara lain karena hubungan perdagangan. Banyak orang Jawa yang berdagang ke Aceh dan banyak pula orang Aceh dan Pasai yang berdagang ke Jawa sambil berdakwah di daerah -daerah yang masih dikuasai oleh kerajaan Hindu.
Islam berkembang pesat di Jawa terutama karena dakwah yang dilakukan oleh Wali Sanga antara abad XIV - XVI M, mereka itu adalah :
Maulana Malik Ibrohim atau Sunan Gresik yang dikenal dengan nama Maulana Maghribi. Beliau berasal dari Persia yang datang di Gresik untuk tujuan ber dakwah menyebaarkan Agama Islam.
Sunan Ampel, nama aslinya Raden Rahmat yang lahir di Aceh tahun 1401 dan wafat tahun 1481 Masehi. Ibunya berasal dari Aceh sedangkan ayah nya dari Arab.
Sunan Bonang, putera Sunan Ampel. Nama beliau sendiri Maqdum Ibrohim lahir tahun 1465 wafat tahun 1515 Masehi. Penyiaran Islam yang beliau lakukan pada beberapa daerrah di Jawa Timur.
Sunan Giri, nama asli beliau adalah Raden Paku. Beliau putera Maulana Ishaq seorang ulama’ yang berhasil menyebarklan Agama Islam di wilayah Blambangan.
Sunan Drajad, nama aslinya Syarifuddin. Beliau putera Sunan Ampel, adik dari Sunan Bonang. Dakwah sunan Drajad lebih banyak bersifat sosial, murid-muridnya banyak berdattangan dari Ternate dan Ambon.
Sunan Kalijaga, nama aslinya Raden Mas Sahid, beliau di Cirebon pernah bersama Fatahillah untuk menimba ilmu. Tahun 1543 beliau pewrgi ke Demak untuk berdakwah melalui kesenian tradisional.
Sunan Kudus, nama aslinya Ja’far Shodiq putera penghulu Demak.
Beliau pernah menjadi panglima angkatan perang kerajaan Demak. Pada tahun 1543 beliau ke Kudus untuk mendirikan Masjid yang terkenal sampai sekarang, yaitu Masjid Kudus. Beliau wafat tahun 1550 Masehi.
Sunan Muria, nama aslinya Raden Prawoto atau Raden Umar S aid. Beliau putera sulung Sunan Kalijaga dan menjadi adik ipar Sunan Kudus. Dakwah beliau mengutamaklan ajaran Tashawuf.
Sunan Giri, nama asli beliau adalah Raden Paku. Beliau putera Maulana Ishaq seorang ulama’ yang berhasil menyebarklan Agama Islam di wilayah Blambangan.
Sunan Drajad, nama aslinya Syarifuddin. Beliau putera Sunan Ampel, adik dari Sunan Bonang. Dakwah sunan Drajad lebih banyak bersifat sosial, murid-muridnya banyak berdattangan dari Ternate dan Ambon.
Sunan Kalijaga, nama aslinya Raden Mas Sahid, beliau di Cirebon pernah bersama Fatahillah untuk menimba ilmu. Tahun 1543 beliau pewrgi ke Demak untuk berdakwah melalui kesenian tradisional.
Sunan Kudus, nama aslinya Ja’far Shodiq putera penghulu Demak.
Baca Juga : Ruang Lingkup Ihsan
Beliau pernah menjadi panglima angkatan perang kerajaan Demak. Pada tahun 1543 beliau ke Kudus untuk mendirikan Masjid yang terkenal sampai sekarang, yaitu Masjid Kudus. Beliau wafat tahun 1550 Masehi.
Sunan Muria, nama aslinya Raden Prawoto atau Raden Umar S aid. Beliau putera sulung Sunan Kalijaga dan menjadi adik ipar Sunan Kudus. Dakwah beliau mengutamaklan ajaran Tashawuf.
Beliau disebut dengan Sunan Muria sesuai dengan tempat pemakamannya di gunung Muria Jepara.
Sunan Gunung Jati, nama aslinya Fatahillah atau Syaikh Nurullah, semula hgidupnya dipergunakan untuk memperjuangkan politik, namun kemudian lebih tercurahkan untuk syi’ar agama Islam. Beliau wafat tahun 1570 Masehi, dimakamkan di Gunung Jati Cirebon.
3. Perkembangan islam di sulawesi.
Pada abad XVI di Sulawesi berdiri kerajaan Hindu Gowadan Tallo. Pada saat Portugis berusaha menguasai Sulawesi, raja-raja Gowa dan Tallo bergabung dengan kesultanan Ternate untuk menghadapi tentara Porttugis.
Dari hubungan ini banyak orang-orang Gowa dan Tallo yang masuk Islam termasuk Raja-rajanya. Misalnya Raja Goa Daeng Manrabia yang kemudian bergelar Sultan Alauddin dan raja Tallo yang juga berubah gelar menjadi Sultan Abdullah.
Di Sulawesi selatan ada daerah pelabuhan bernama Sumbaopu, disna orang-orang Portugis yang beragama Katholik bebas menjalankan agamanya.
Masyarakat Sumboopu banyak yang memeluk agama Islam dan hidup rukun dengan penganut agama lain.
4. Perkembangan islam di kalimantan.
Di Kalimantan kerajan yang terkenal adalah Kutai sebagai kerajaan Hindu sekittar abad V Masehi. Kerajaan Hindu lainnya adalah Sukadana di Kalimantan Barat ddan kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan.
Pada abad 16 kerajaan Sukadana berganti menjadi kerajan Islam dengan rajanya yang pertama Sultan Giri Kusuma, kemudian diganti puteranya bernama Sultan Muhammad Syarifuddin.
Krajan Banjar mendaapat pengaruh Islam setelah adanya hubungan dagang danb perorangan dengan orang-orang Demak.
Raja Banjar bernama Raden Samudra masuk agama Islam dan berganti nama Suryanullah, yang dalam sejarah pernah dibantu Demak mengalahkan kerajaan Negaradipa sehingga syi’ar Islam semakin berkembang kesana.
Di Kutai sendiri juga dimasuki Islam karena banyak pedagang Islam yang menggunakan kesempatannya untuk berdakwah, sehingga semakin merebaklah perkembangan Agama Islam di Kalimantan.
5. Perkembangan maluku dan pulau-pulau sekitarnya.
Masuknya Islam ke Maluku juga karena hubungan perdagangan, namun demikian perkemba-ngannya mengalami hambatan karena adanya orang-orang Portugis dan Spanyol yang datang menjajah, walaupun akhirnya mereka dikalahkan oleh Belanda pada permulaan abad XVII.
Kerajaan di Maluku yang rajanya mula-mula masuk Islam adalah Sultan Mahrum (1465-1486 M). Ia digantikan oleh Sultan Zaenal Abidin yang mampu melangkahkan missi dakwahnya tidak hanya di daerah Maluku tetapi juga sampai ke Irian. Sewlanjutnya Kerajaan Tidore juga dimasuki Islam dengan rajanya Sultan Jamaluddin.
Kerajaan lainnya di Maluku yaitu Jailolo juga dimasuki Islam dengan rajanya bernama Sultan Hasanuddun. Dan Kerajaan Bacan dimasuki Islam pula pada tahun 1520 dengan rajanya bernama Sultan ZainaL Abidin.
Dengan masuknya penjajah dari Eropa, maka perkembangan Islam mendapat hambatan, karena penjajah membawa Agama Nasrani dan sudah sangat berpengalaman dalam menghadapi peperangan.
Dengan demikian perlawanan raja-raja di Maluku tidah setanguh kekuatan para penjajah, sehingga banyak pejuang Islam yang gugur sebagai syuhada’.
Sunan Gunung Jati, nama aslinya Fatahillah atau Syaikh Nurullah, semula hgidupnya dipergunakan untuk memperjuangkan politik, namun kemudian lebih tercurahkan untuk syi’ar agama Islam. Beliau wafat tahun 1570 Masehi, dimakamkan di Gunung Jati Cirebon.
3. Perkembangan islam di sulawesi.
Pada abad XVI di Sulawesi berdiri kerajaan Hindu Gowadan Tallo. Pada saat Portugis berusaha menguasai Sulawesi, raja-raja Gowa dan Tallo bergabung dengan kesultanan Ternate untuk menghadapi tentara Porttugis.
Dari hubungan ini banyak orang-orang Gowa dan Tallo yang masuk Islam termasuk Raja-rajanya. Misalnya Raja Goa Daeng Manrabia yang kemudian bergelar Sultan Alauddin dan raja Tallo yang juga berubah gelar menjadi Sultan Abdullah.
Di Sulawesi selatan ada daerah pelabuhan bernama Sumbaopu, disna orang-orang Portugis yang beragama Katholik bebas menjalankan agamanya.
Masyarakat Sumboopu banyak yang memeluk agama Islam dan hidup rukun dengan penganut agama lain.
4. Perkembangan islam di kalimantan.
Di Kalimantan kerajan yang terkenal adalah Kutai sebagai kerajaan Hindu sekittar abad V Masehi. Kerajaan Hindu lainnya adalah Sukadana di Kalimantan Barat ddan kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan.
Pada abad 16 kerajaan Sukadana berganti menjadi kerajan Islam dengan rajanya yang pertama Sultan Giri Kusuma, kemudian diganti puteranya bernama Sultan Muhammad Syarifuddin.
Krajan Banjar mendaapat pengaruh Islam setelah adanya hubungan dagang danb perorangan dengan orang-orang Demak.
Raja Banjar bernama Raden Samudra masuk agama Islam dan berganti nama Suryanullah, yang dalam sejarah pernah dibantu Demak mengalahkan kerajaan Negaradipa sehingga syi’ar Islam semakin berkembang kesana.
Di Kutai sendiri juga dimasuki Islam karena banyak pedagang Islam yang menggunakan kesempatannya untuk berdakwah, sehingga semakin merebaklah perkembangan Agama Islam di Kalimantan.
5. Perkembangan maluku dan pulau-pulau sekitarnya.
Masuknya Islam ke Maluku juga karena hubungan perdagangan, namun demikian perkemba-ngannya mengalami hambatan karena adanya orang-orang Portugis dan Spanyol yang datang menjajah, walaupun akhirnya mereka dikalahkan oleh Belanda pada permulaan abad XVII.
Kerajaan di Maluku yang rajanya mula-mula masuk Islam adalah Sultan Mahrum (1465-1486 M). Ia digantikan oleh Sultan Zaenal Abidin yang mampu melangkahkan missi dakwahnya tidak hanya di daerah Maluku tetapi juga sampai ke Irian. Sewlanjutnya Kerajaan Tidore juga dimasuki Islam dengan rajanya Sultan Jamaluddin.
Kerajaan lainnya di Maluku yaitu Jailolo juga dimasuki Islam dengan rajanya bernama Sultan Hasanuddun. Dan Kerajaan Bacan dimasuki Islam pula pada tahun 1520 dengan rajanya bernama Sultan ZainaL Abidin.
Dengan masuknya penjajah dari Eropa, maka perkembangan Islam mendapat hambatan, karena penjajah membawa Agama Nasrani dan sudah sangat berpengalaman dalam menghadapi peperangan.
Dengan demikian perlawanan raja-raja di Maluku tidah setanguh kekuatan para penjajah, sehingga banyak pejuang Islam yang gugur sebagai syuhada’.
Senin, 22 April 2019
BERPIKIR KRITIS DAN BERSIKAP DEMOKRATIS
<p style=" margin: 12px auto 6px auto; font-family: Helvetica,Arial,Sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none; display: block;" ><a title="View Berpikir Kritis Dan Bersikap Demokratis on Scribd" href="https://www.scribd.com/presentation/359477845/Berpikir-Kritis-Dan-Bersikap-Demokratis#from_embed" style="text-decoration: underline;">Berpikir Kritis Dan Bersika...</a> by <a title="View 's profile on Scribd" href="undefined#from_embed" style="text-decoration: underline;"></a> on Scribd</p><iframe class="scribd_iframe_embed" title="Berpikir Kritis Dan Bersikap Demokratis" src="https://www.scribd.com/embeds/359477845/content?start_page=1&view_mode=scroll&show_recommendations=true&access_key=key-Zdfo47MsUQy2O3ngQWTV" data-auto-height="true" data-aspect-ratio="null" scrolling="no" width="100%" height="600" frameborder="0"></iframe>
STRATEGI DAKWAH DAN PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA
STRATEGI DAKWAH
DAN PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA
KOMPETENSI INTI
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnyaKI 2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro- aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
KOMPETENSI DASAR
3.9 Memahami strategi dakwah dan perkembangan Islam di Indonesia. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.9.1 Siswa mampu menjelaskan strategi dakwah dan perkembangan Islam di Indonesia 4.9 Mendeskripsikan strategi dakwah dan perkembangan Islam di Indonesia Indikator Pencapaian Kompetensi
2.7.1 Siswa mampu menjelaskan strategi dakwah dan perkembangan Islam di Indonesia
TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami substansi dan strategi dakwah dan perkembangan Islam di Indonesia. 2. Mendeskripsikan substansi dan strategi dakwah dan perkembangan Islam di Indonesia KEGIATAN PEMBELAJARAN · Mengamati - Mengamati tayangan video tentang strategi dakwah dan perkembangan Islam di Indonesia - Membaca artikel tentang strategi dakwah dan perkembangan Islam di Indonesia · Menanya - Mengajukan pertanyaan berkaitan dengan strategi dakwah dan perkembangan Islam di Indonesia? · Eksperimen/Eksplor - Diskusi tentang strategi dakwah dan perkembangan Islam di Indonesia. - Menelaah faktor-faktor yang memepengaruhi strategi dakwah dan perkembangan Islam di Indonesia · Assosiasi - Menyimpulkan strategi dakwah dan perkembangan Islam di Indonesia · Komunikasi - Menyajikan/melaporkan hasil diskusi tentang strategi dakwah dan perkembangan Islam di Indonesia - Menanggapi hasil presentasi (melengkapi, mengkonformasi, dan menyanggah). - Membuat resume pembelajaran di bawah bimbingan guru.
A. ISLAM MASUK DI INDONESIA
Negeri Arab merupakan tempat lahir dan pusat perkembangan agama Islam ke berbagai negara termasuk Indonesia, Islam masuk ke Indonesia melalui dua jalur : 1. Jalur utara, routenya : Arah (Makkah dan Madinah) Damaskus-Bagdad-Gujarat (Pantai barat India)-Sri Lanka-Indonesia. 2. Jalur Selatan, routenya : Arab (Mekah dan Madinah ) Yaman-Gujarat(Pantai Barat India)-Sri Lanka-Indonesia. Islam mengajarkan perdamaian dan mendorong untuk menyebar luaskannya kepada orang lain. Dalam prakteknya orang arab dahulu senang berdagang ke berbagai negara dan ada yang bermukim di negara tujuan. Di negara yang baru mereka mampu bergaul dengan masyarakat setempat melalui hubungan perdagangan dan hal ini berlangsung pula di Indonesia pada abad 7 dan 8 masehi. Disamping itu, terjadinya perkaawinan antara orang arab dan penduduk pribumi semakin memperkokoh dan memperluas penyebaran agama Islam . Sejarah mencatat pada awal masuknya Islam ke Indonesia praktek perbudakan saudagar Hindu dan Budha dijumpai oleh orang Arab (Islam), maka pedagang Arab membeli para budak dan kemu-dian dimerdekakannya, sehingga memberikan simpatik banyak orang yang kemudian mengikuti ajaran Islam secara alami. Jadi Islam masuk dan berkembang di Indonesia karena tiga sebab, yaitu : perdagangan, pernikahan dan pembebasan budak. Daerah-daerah yang pertama menerima agama Islam antara lain : 1. Daerah pelabuhan sekitar selat Malaka, seperti : Pasai dan aceh Utara; 2. Daerah di Pantai barat Sumatera 3. Jawa Timur, terutama pantai utara Jawa (Gresik) 4. Jawa Barat, seperti Cirebon dan Banten Dari daerah-daerah tersebut, terjadilah hubungan dagang dengan orang Indonesia lainnnya sehingga penyebaran agama Islam meluas di Nusantara. B. PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA 1. Perkembangan Islam di Sumatera Di Sumatera, agama Islam berkembang dari arah utara melalui kerajaan Samudera Pasai yang berdiri sekitar XIII-XV M. Samuedra Psai merupakan daerah pelabuhan sehingga banyak disinggahi kapal dagang dari berbagai negara (Arab, Gujarat, Sri Lanka dan Tiongkok serta dari Eropa (spanyol dan Portugis). Samudera Pasai beberapa kali mengalami pergantian raja. Raja-rajanya adalah : Sultan Malikus Sholeh, Sultan Malikus Zohir I, Sultan Malikus Zohir II, Sultan Zainal Abidin dan Sultan Iskandar. Pada tahun 1350 Kerajaan Samudra Pasai dikalahkan armada laut dari Majapahit. Setelah itu muncullah kerajaan baru yaitu kerajaan Aceh pada permulaan abad XVI Masehi. Kerajaan ini berlangsung empat abad dengan pergantian raja-raja sebagai berikut: Sultan Ibrohim, Sultan Salahuddin, Sultan Alauddin Ri’ayat Syah, Sultan Husen, Sultan Zainal Abidin, Sultan Alauddin Mansyur’Syah, Sultan Ali Ri’ayat Syah I, Sultan Alauddin Riayat Syah II dan Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam. Pada abad XIX Aceh ditundukkan Belanda, namun demikian Islam telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. 2. Perkembangan Islam di Jawa. Masuknya Islam ke Jawa juga disebabkan antara lain karena hubungan perdagangan. Banyak orang Jawa yang berdagang ke Aceh dan banyak pula orang Aceh dan Pasai yang berdagang ke Jawa sambil berdakwah di daerah -daerah yang masih dikuasai oleh kerajaan Hindu. Islam berkembang pesat di Jawa terutama karena dakwah yang dilakukan oleh Wali Sanga antara abad XIV - XVI M, mereka itu adalah : 1. Maulana Malik Ibrohim atau Sunan Gresik yang dikenal dengan nama Maulana Maghribi. Beliau berasal dari Persia yang datang di Gresik untuk tujuan ber dakwah menyebaarkan Agama Islam. 2. Sunan Ampel, nama aslinya Raden Rahmat yang lahir di Aceh tahun 1401 dan wafat tahun 1481 Masehi. Ibunya berasal dari Aceh sedangkan ayah nya dari Arab. 3. Sunan Bonang, putera Sunan Ampel. Nama beliau sendiri Maqdum Ibrohim lahir tahun 1465 wafat tahun 1515 Masehi. Penyiaran Islam yang beliau lakukan pada beberapa daerrah di Jawa Timur. 4. Sunan Giri, nama asli beliau adalah Raden Paku. Beliau putera Maulana Ishaq seorang ulama’ yang berhasil menyebarklan Agama Islam di wilayah Blambangan. 5. Sunan Drajad, nama aslinya Syarifuddin. Beliau putera Sunan Ampel, adik dari Sunan Bonang. Dakwah sunan Drajad lebih banyak bersifat sosial, murid-muridnya banyak berdattangan dari Ternate dan Ambon. 6. Sunan Kalijaga, nama aslinya Raden Mas Sahid, beliau di Cirebon pernah bersama Fatahillah untuk menimba ilmu. Tahun 1543 beliau pewrgi ke Demak untuk berdakwah melalui kesenian tradisional. 7. Sunan Kudus, nama aslinya Ja’far Shodiq putera penghulu Demak. Beliau pernah menjadi panglima angkatan perang kerajaan Demak. Pada tahun 1543 beliau ke Kudus untuk mendirikan Masjid yang terkenal sampai sekarang, yaitu Masjid Kudus. Beliau wafat tahun 1550 Masehi. 8 Sunan Muria, nama aslinya Raden Prawoto atau Raden Umar S aid. Beliau putera sulung Sunan Kalijaga dan menjadi adik ipar Sunan Kudus. Dakwah beliau mengutamaklan ajaran Tashawuf. Beliau disebut dengan Sunan Muria sesuai dengan tempat pemakamannya di gunung Muria Jepara. 9. Sunan Gunung Jati, nama aslinya Fatahillah atau Syaikh Nurullah, semula hgidupnya dipergunakan untuk memperjuangkan politik, namun kemudian lebih tercurahkan untuk syi’ar agama Islam. Beliau wafat tahun 1570 Masehi, dimakamkan di Gunung Jati Cirebon. 3. Perkembangan islam di sulawesi. Pada abad XVI di Sulawesi berdiri kerajaan Hindu Gowadan Tallo. Pada saat Portugis berusaha menguasai Sulawesi, raja-raja Gowa dan Tallo bergabung dengan kesultanan Ternate untuk menghadapi tentara Porttugis. Dari hubungan ini banyak orang-orang Gowa dan Tallo yang masuk Islam termasuk Raja-rajanya. Misalnya Raja Goa Daeng Manrabia yang kemudian bergelar Sultan Alauddin dan raja Tallo yang juga berubah gelar menjadi Sultan Abdullah. Di Sulawesi selatan ada daerah pelabuhan bernama Sumbaopu, disna orang-orang Portugis yang beragama Katholik bebas menjalankan agamanya. Masyarakat Sumboopu banyak yang memeluk agama Islam dan hidup rukun dengan penganut agama lain. 4. Perkembangan islam di kalimantan. Di Kalimantan kerajan yang terkenal adalah Kutai sebagai kerajaan Hindu sekittar abad V Masehi. Kerajaan Hindu lainnya adalah Sukadana di Kalimantan Barat ddan kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan. Pada abad XVI kerajaan Sukadana berganti menjadi kerajan Islam dengan rajanya yang pertama Sultan Giri Kusuma, kemudian diganti puteranya bernama Sultan Muhammad Syarifuddin. Krajan Banjar mendaapat pengaruh Islam setelah adanya hubungan dagang danb perorangan dengan orang-orang Demak. Raja Banjar bernama Raden Samudra masuk agama Islam dan berganti nama Suryanullah, yang dalam sejarah pernah dibantu Demak mengalahkan kerajaan Negaradipa sehingga syi’ar Islam semakin berkembang kesana. Di Kutai sendiri juga dimasuki Islam karena banyak pedagang Islam yang menggunakan kesempatannya untuk berdakwah, sehingga semakin merebaklah perkembangan Agama Islam di Kaslimantan. 5. Perkembangan maluku dan pulau-pulau sekitarnya. Masuknya Islam ke Maluku juga karena hubungan perdagangan, namun demikian perkemba-ngannya mengalami hambatan karena adanya orang-orang Portugis dan Spanyol yang datang menjajah, walaupun akhirnya mereka dikalahkan oleh Belanda pada permulaan abad XVII. Kerajaan di Maluku yang rajanya mula-mula masuk Islam adalah Sultan Mahrum (1465-1486 M). Ia digantikan oleh Sultan Zaenal Abidin yang mampu melangkahkan missi dakwahnya tidak hanya di daerah Maluku tetapi juga sampai ke Irian. Sewlanjutnya Kerajaan Tidore juga dimasuki Islam dengan rajanya Sultan Jamaluddin. Kerajaan lainnya di Maluku yaitu Jailolo juga dimasuki Islam dengan rajanya bernama Sultan Hasanuddun. Dan Kerajaan Bacan dimasuki Islam pula pada tahun 1520 dengan rajanya bernama Sultan ZainaL Abidin. Dengan masuknya penjajah dari Eropa, maka perkembangan Islam mendapat hambatan, karena penjajah membawa Agama Nasrani dan sudah sangat berpengalaman dalam menghadapi peperangan. Dengan demikian perlawanan raja-raja di Maluku tidah setanguh kekuatan para penjajah, sehingga banyak pejuang Islam yang gugur sebagai syuhada’.
Senin, 15 April 2019
BAB 1 Al-Qur’an Surah Al-Kafirun, 109: 1-6, Surah Yunus, 10: 40-41, dan Surah Al-Kahfi, 18: 29
BAB 1
Al-Qur’an Surah Al-Kafirun, 109: 1-6, Surah Yunus, 10: 40-41, dan Surah Al-Kahfi, 18: 29
A. AL-QUR’AN SURAH AL-KAFIRUN, 109: 1-6 TENTANG TIDAK ADA TOLERANSI DALAM KEIMANAN DAN PERIBADAHAN.
1. Bacaan surah Al-Kafirun
1) Qul yaa ayyuhal kaafiruun
2) Laa ‘abudu maa ta’buduun
3) Walaa antum ‘aabidunna maa a’bud
4) Walaa ana ‘aabidun maa ‘abadttum
5) Walaa antum ‘aabiduuna maa a’abud
6) Lakum deenukum wa liya deen
2. Terjemahan surah Al-Kafirun
1) Katakanlah: “Wahai orang-orang kafir”
2) Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah
3) Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah
4) Dan aku tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang kamu sembah
5) Dan aku tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah
6) Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku
3. Sebab turunnya surah Al-Kafirun
Penegasan bahwa Tuhan yang disembah (ma’bud) oleh Nabi Muhammad SAW dan umat islam berbeda dengan ma’bud orang-orang kafir.
· Penolakan dari Nabi Muhammad SAW dan umat islam terhadap kaum kafir untuk mencampuradukan keimanan dan peribadahan yang diajarkan Islam dengan keimanan dan peribadahan yang diajarkan agama kaum kafir yang mengandung kemusyrikan.
4. Penjelasan
Surah Al-Kafirun termasuk surah Makiyah, sebelum Nabi SAW hijrah ke Madinah. Al-Kafirun artinya orang-orang kafir. Surah ini dinamakan Al-Kafirun, karena menjelaskan sikap Nabi SAW dan umat islam terhadap kaum kafir untuk menyembah tuhan yang mereka sembah.
KESIMPULAN
Pernyataan sikap umat islam terhadap kaum kafir bahwa umat islam tidak menyembah Tuhan yang mereka sembah. Sebagaimana kaum kafir tidak menyembah Tuhan yang umat islam sembah. Selain itu umat islam mengajarkan bahwa tidak ada toleransi dalam hal keimanan dan peribadatan antara umat isalam dengan kaum kafir.
B. AL-QUR’AN SURAH YUNUS, 10: 40-41 TENTANG SIKAP TERHADAP ORANG YANG BERBEDA PENDAPAT
1. Terjemahan Ayat
“Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al-Qur’an, dan diantarany ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya, Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan. Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah! Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan ”
2. Kesimpulan
Penegasan Allah SWT bahwa di dunia ini ada orang-orang yang beriman kepada Al-Qua’an dan adapula yang tidak beriman. Allah SWT Maha Mengetahui siapa yang berbuat kebaikan dan siapa yang berbuat kerusakan. Masing-masing orang akan bertanggung jawab setiap perbuatannya.
C. AL-KAHFI, 18: 29 TENTANG KEBEBASAN BERAGAMA
1. Terjemahan Ayat
“Dan katakanlah: kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka barangsiapa yang ingin beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang yang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscahya mereka akan diberikan minum dengan air seperti besi yang mendidih menghancurkan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (Q.S Al-Kahfi, 18:29)
2. Kesimpulan
· Kebenaran itu datangnya dari Allah SWT, sedangkan yang salah datangnya dari selain Allah SWT.
· Manusia baik sebagai individu maupun kelompok, memiliki kebebasan penuh untuk menentukan pilihan terhadap agama yang akan dianutnya.
· Manusia yang memilih agama yang salah yakni yang tidak berasal dari Allah SWT dan mengandung unsur menyekutukan Allah dianggap zalim sedangkan balasan bagi orang zalim adalah neraka.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Nama : Rokhana Hayati NIM : 2117177 Fakulta : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan : Pendidikan Agama Islam TTL : Pekalongan 14 jul...